Baru Sebulan Dikerjakan, Embung Taekto Belu Sudah Rusak - Warta 24 Maluku Utara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Baru Sebulan Dikerjakan, Embung Taekto Belu Sudah Rusak

Baru Sebulan Dikerjakan, Embung Taekto Belu Sudah Rusak

Baru Sebulan Dikerjakan, Embung Taekto Belu Sudah Rusak Embung Taekto mulai mengalami kerusakan ketika hujan lebat mengguyur wilayah itu sejak seminggu lalu.Jumat, 1 Desemb…

Baru Sebulan Dikerjakan, Embung Taekto Belu Sudah Rusak

Baru Sebulan Dikerjakan, Embung Taekto Belu Sudah Rusak

Embung Taekto mulai mengalami kerusakan ketika hujan lebat mengguyur wilayah itu sejak seminggu lalu.

Baru Sebulan Dikerjakan, Embung Taekto Belu Sudah RusakPOS KUPANG/EDY BAUEmbung Taekto di Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Bau

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Warga Taekto, Desa Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu merasa senang dengan pembangunan embung.

Embung tersebut senilai Rp 166 juta.

Namun rasa senang itu telah berganti kecewa. Embung yang baru selesai dikerjakan pada tanggal 13 Oktober 2017 sudah rusak.

Sej umlah bagiannya sudah retak, bahkan ada yang hancur.

Bagian embung Taekto yang rusak
Bagian embung Taekto yang rusak (POS KUPANG/EDY BAU)

Ada bagian sudah hanyut terbawa banjir dan longsor.

Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Umaklaran, Silvester Suse mengatakan, embung Taekto mulai mengalami kerusakan ketika hujan lebat mengguyur wilayah itu sejak seminggu lalu.

Dia menduga kualitas pekerjaan tersebut jelek sehingga cepat rusak.

"Baru satu minggu hujan deras, tanah sekitar mulai retak. Saluran pembuangan juga sudah hancur. Kami prihatin dan takut ada korban jiwa. Kami juga sudah lapor ke kepala desa berharap agar segera diperbaiki sehingga bisa dipakai," kata Silvester.

Warga Taekto, Martinus Lelo Bere kecewa karena belum sempat digunakan embung sudah rusak.

Embung Taekto hancur
Embung Taekto hancur (POS KUPANG/EDY BAU)

Martinus merupakan pemilik lahan lokasi pembangunan embung.

Dia telah menyerahkan lahan tersebut.

"Jelas kami kecewa karena sudah kasih tanah tapi kerja tidak betul. Kami tidak minta apa-apa untuk ganti rugi karena kami yang akan pakai. Tapi ternyata kerja tidkk betul bahkan tanah kami terancam longsor," ujarnya.

Kepala Desa Umaklaran, Agustinus Nai Bili mengaku telah mengeluarkan undangan untuk membahas perbaikan embung tersebut.(*)

Penulis: Frederikus Riyanto Bau Editor: Alfons Nedabang Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Tak Tampan Apalagi Gagah, Tukang Pijat Ini Malah Disenangi Banyak Wanita Cantik, Ini Rahasianya! Sumber: Google News | Warta 24 Belu

Tidak ada komentar