BRMS Kantongi Izin Tambang Emas dengan Potensi 7 Juta Ton di ... - Warta 24 Maluku Utara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

BRMS Kantongi Izin Tambang Emas dengan Potensi 7 Juta Ton di ...

BRMS Kantongi Izin Tambang Emas dengan Potensi 7 Juta Ton di ...

SAHAM.NEWS, JAKARTA â€" Anak perusahaan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) baru saja mengantongi izin konstruksi dan produksi p…

BRMS Kantongi Izin Tambang Emas dengan Potensi 7 Juta Ton di ...

BRMS Kantongi Izin Tambang Emas dengan Potensi 7 Juta Ton di Palu

SAHAM.NEWS, JAKARTA â€" Anak perusahaan PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) baru saja mengantongi izin konstruksi dan produksi penambangan emas untuk salah satu entitas anaknya PT Cintra Palu Minerals (CPM). Tidak tanggung-tanggung, izin yang diberikan oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk produksi tambang tersebut memiliki jangka waktu selama 30 tahun lamanya, efektif dari 2020 hingga 2050.

Dengan diperolehnya izin ini, BRMS akhirnya bisa merealisasikan penambangan emas di Palu, Sulawesi Tengah dengan potensi sumber daya berkisar 7 juta ton emas. Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh peru sahaan lewat Studi Kelayakan Perusahaan yang mana tambang tersebut memiliki potensi untuk menghasilkan 600.000 ton biji emas per tahun.

Untuk langkah awal sebelum melakukan penambangan, CPM akan membangun infrastruktur fasilitas pertambangan dan pengolahan hasil tambang. CPM berencana untuk mengembangkan tambang emas tersebut menjadi tambang konvensional dengan menggunakan teknologi dan proses yang telah berhasil dan aman diterapkan pada operasi lain di Indonesia Sulawesi, Halmahera, Sumatera, Jawa, Kalimantan dan lokasi lainnya di Indonesia. Kementrian ESDM juga telah memeberikan izin pembangunan fasilitas itu dengan jangka waktu tiga tahun. Dengan demikian, komersialisasi produksi tambang baru akan dimulai pada tahun 2020 mendatang.

Sampai pada saat berita ini diterbitkan, belum ada informasi lanjut secara mendetail mengenai anggaran dana untuk persiapan penambangan tersebut. Direktur BRMS, Herwin Hidayat, menyatakan bahwa saat ini perusahaan masih melakukan kajian l ebih lanjut untuk merincikan dana yang akan dikeluarkan perusahaan.

Sebagai tambahan informasi, saat ini BUMI masih menjadi pemegang saham utama BRMS. BRMS sendiri memegang sebesar 96,7% saham CPM. Asal tau saja, kinerja keuangan BRMS sepanjang tahun ini juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Perusahaan berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar US$ 5 juta, melonjak 130,16% secara year on year.

Sumber: Google News | Warta 24 Halmahera Tengah

Tidak ada komentar