Bupati Halbar manfaatkan matahari terangi desa terpencil - Warta 24 Maluku Utara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Bupati Halbar manfaatkan matahari terangi desa terpencil

Bupati Halbar manfaatkan matahari terangi desa terpencil

Merdeka > Peristiwa …

Bupati Halbar manfaatkan matahari terangi desa terpencil

Merdeka > Peristiwa Bupati Halbar manfaatkan matahari terangi desa terpencil Sabtu, 30 Desember 2017 21:37 Reporter : Anisyah Al Faqir Penerangan di Halmahera Barat. Istimewa/dokumentasi Achmad Febriansya

Merdeka.com - Tanggal 30 Desember 2017 menjadi sejarah bagi warga desa Guaeria, Jailolo, Halmahera Barat. Tepat pukul 19.45 WIT, puluhan kembang api dinyalakan di atas buki t. Sebuah letter sign bertuliskan 'Welcome To Hal Bar'resmi menjadi ikon desa wisata oleh Bupati Halmahera Barat Danny Missy.

"Bismillahirahmanirrahim, saya resmikan launching welcome to Hal Bar pada malam hari ini," kata Danny dalam sambutannya di Pulau Pastifiri, Jailolo, Halmahera Barat, Sabtu (30/12) malam.

Riuh tepuk tangan mengiringi peresmian letter sign malam itu. Peresmian sengaja dilakukan di pulau berbeda untuk melihat wujud ikon baru kebanggaan warga Halmahera Barat.

Pembuatan letter sign tersebut menjadi awal kerja sama antara pemerintah daerah Halmahera Barat dengan perusahaan asal Malaysia, United Platform Sharing INT Indonesia untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya. Desa Guaeria merupakan salah satu dari 18 desa di Halmahera Barat yang belum menikmati listrik dari PLN.

Dalam kehidupan sehari-hari desa dengan penduduk sekitar 500 jiwa mengandalkan listrik yang berasal dari diesel. Dua mesin diesel yang ada p un baru masuk ke desa sejak tahun 2014. Listrik yang ada pun hanya cukup untuk lampu-lampu pijar di rumah warga. Listrik pun baru bisa dinikmati sejak pukul 18.00 hingga 06.00 WIT.

Dari dua RW di desa ini hanya kurang dari 5 rumah yang memiliki televisi. Itu pun mereka harus memiliki genset sendiri bila ingin menikmati hiburan. Meski begitu, warga desa Guaeria telah terbiasa hidup tanpa aliran listrik selama hampir 80 tahun.

Di bawah kepemimpinannya, Danny Missy ingin Guaeria menikmati listrik dari energi yang dihasilkan oleh alam. Pembangkitan listrik tenaga surya ini akan menjadi contoh desa mandiri yang menghasilkan energi dari matahari.

"Ini jadi contoh untuk desa lain terpencil yang lain yang belum bisa masuk (listrik dari) PLN, jadi desa mandiri tidak tergantung PLN, semua lewat tenaga surya," tuturnya.

Selain menjadi desa percontohan dalam sektor energi, desa Guaeria juga dijadikan desa wisata. Sebab, dari sekian banyak desa yang ada di Halmahera Barat, Guaeria merupakan desa yang dihuni oleh suku Papua yang imigrasi tahun 1932. Sehingga, lanjut dia, tepat bila Guaeria menjadi desa wisata di Halmahera Barat.

Di atas bukit tepat dibuatnya letter sign akan dibuatkan rumah-rumah adat Papua untuk menarik perhatian wisatawan.

"Nanti mereka akan buat rumah singgah beretnik Papua jadi pakai rumah adat Papua Honai Honai," ungkapnya.

Puncak bukit Guaeria menawarkan panorama indah. Dari bukit tersebut wisatawan bisa dengan jelas melihat gugus kepulauan yang ada di Maluku Utara. Misalnya deretan pulau Tidore, Maitara, Ternate dan Hiri.

Selain menyuguhkan pemandangan kepulauan dan laut lepas, matahari terbenam di bukit Guaeria menjadi momen yang tidak boleh dilewatkan. Sebab, wisatawan bisa mengabadikan dengan berfoto atau sekedar menikmati senja berteman angin laut. [gil]

Baca Juga:
Fiktor diserang buaya saat asyik menangkap i kan di Muara SungaiSitus sejarah baru berupa gua ditemukan di Halmahera BaratGempa 6,2 skala richter guncang Halmahera Barat
Topik berita Terkait:
  1. Daerah Tertinggal
  2. Halmahera Barat
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Rekomendasi

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.


Sumber: Google News | Warta 24 Halmahera Utara

Tidak ada komentar