Emiten tambang mengerek belanja modal tahun depan - Warta 24 Maluku Utara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Emiten tambang mengerek belanja modal tahun depan

Emiten tambang mengerek belanja modal tahun depan

INVESTASI / EMITEN Emiten tambang mengerek belanja modal tahun depan Jumat, 15 Desember 2017 / 08:20 WIB BERITA TERKAIT Analis: Tambang masih primadona 5 tahun ke depanN…

Emiten tambang mengerek belanja modal tahun depan

INVESTASI / EMITEN Emiten tambang mengerek belanja modal tahun depan Jumat, 15 Desember 2017 / 08:20 WIB Emiten tambang mengerek belanja modal tahun depan BERITA TERKAIT
  • Analis: Tambang masih primadona 5 tahun ke depan

  • NPL tambang penyumbang terbesar risiko kredit

  • Emiten tambang haus ekspansi di tahun 2018

  • Rencana besar Inalum sebagai induk holding tambang

  • Ini proyek yang akan digarap holding tambang

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek emiten pertambangan pada tahun depan diperkirakan masih menarik. Satu indikasinya adalah alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) emiten tambang yang cenderung lebih besar dibandingkan tah un ini.

PT United Tractors Tbk (UNTR), misalnya, menyiapkan capex Rp 7 triliun pada 2018. Jumlah ini naik dua kali lipat dibandingkan anggaran tahun ini berkisar Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun.

BACA JUGA :
  • Emiten tambang lebih ekspansif tahun depan
  • Harga batubara dan minyak dorong indeks tambang

PT Indika Energy Tbk (INDY) juga menaikkan capex, meski tipis. Capex INDY naik sebesar 2% menjadi sekitar US$ 90 juta tahun 2018.

Emiten tambang pelat merah tak mau ketinggalan. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyiapkan capex Rp 6,5 triliun pada 2018. Angka ini naik lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun ini Rp 2 triliun. Mayoritas capex untuk pengembangan bisnis.

Adapun PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalokasikan capex Rp 2,8 triliun, naik 40% dibandingkan tahun ini senilai Rp 2 triliun. Capex ini antara lain digunakan untuk membangun feronikel di Halmahera Timur.

PT Timah Tbk (TINS) juga menyiapkan capex Rp 2,6 triliun. D ibandingkan tahun ini, alokasi capex 2018 terbilang stagnan. Namun capex ini sejatinya naik dibandingkan rencana awal. Sebelumnya, TINS memperkirakan capex 2018 antara Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun.

Direktur Keuangan TINS Emil Ermindra mengatakan, capex akan difokuskan untuk investasi pertambangan, baik tambang darat maupun laut dan investasi untuk aktivitas peleburan atau smelter. "Sasarannya nanti untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas operasi dan produksi kami," ujar Emil kepada KONTAN, Kamis (14/12).

Manajemen TINS belum bisa menargetkan produksi timah tahun depan. Namun, dipastikan produksinya akan lebih besar dibandingkan target tahun ini 35.000 ton.

Kenaikan produksi bukan hanya diperoleh dari produksi sendiri, melainkan berasal dari mitra tambang yang ada. Kombinasi ini akan membuat harga pokok produksi TINS lebih efisien. "Sehingga, kemampuan laba kami akan meningkat, secara moderat tahun depan kami akan tumbuh 20%," jelas Emil.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andy Wibowo Gunawan menilai, sektor pertambangan tahun depan masih menarik. Salah satu yang paling menarik adalah nikel. "Kami percaya manufaktur China akan ekspansi didukung tangguhnya ekonomi negara itu. Kami belum melihat ada katalis negatif pada manufaktur China," kata dia dalam riset 5 Desember.


Reporter Dede Suprayitno, Dityasa H Forddanta Editor Wahyu Rahmawati

EMITEN

  • Terpopuler
  • Terkomentari
  1. BEI gembok saham MNCN
  2. Dugaan transaksi ilegal, saham MNCN disuspensi
  3. Jaksa KPK mengaku menikmati kelakuan Novanto
  4. IHSG meroket ke rekor tertinggi sepanjang masa
  5. IHSG rekor, simak saham pilihan berikut
  1. Bank Indonesia larang bitcoin mulai 2018
  2. PUPR minta publik untuk tak alergi reklamasi
  3. Aset Bos Pandawa disetor ke negara, nasabah riuh
  4. Haruskah ikut membeli bitcoin?
  5. Setnov terima US$ 7,3 juta dari proyek e-KTP
Feedback â†' x Feedback â†" x Sumber: Google News | Warta 24 Halmahera Timur

Tidak ada komentar