Menanti Hasil Rekomendasi PPP untuk Pilkada Pamekasan - Warta 24 Maluku Utara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Menanti Hasil Rekomendasi PPP untuk Pilkada Pamekasan

Menanti Hasil Rekomendasi PPP untuk Pilkada Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) - Sebanyak tujuh figur bakal calon bupati dan wakil bupati tercatat mengambalikan formulir pendaftaran guna mendapatkan rekomendasi dari Partai Pers…

Menanti Hasil Rekomendasi PPP untuk Pilkada Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) - Sebanyak tujuh figur bakal calon bupati dan wakil bupati tercatat mengambalikan formulir pendaftaran guna mendapatkan rekomendasi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk momentum Pilkada Serentak 2018.
Dari tujuh pendaftar yang mengincar rekomendasi tersebut, tiga di antaranya mendaftar sebagai bakal calon bupati Pamekasan periode 2018-2023. Masing-masing Badrut Tamam (anggota DPRD Jawa Timur), KH Kholilurrahman (anggota DPR-RI) dan Rudy Susanto (Pengusaha).
Sementara empat figur lainnya mengincar posisi cawabup, masing-masing Mas'ud Efendi Amien (Purnawirawan TNI), Roja'i (Kepala Desa Bujur Barat), Taufadi (Pengusaha Muda) dan Wazirul Jihad (Mantan Sekretaris DPC PPP Pamekasan).
"Kemungkinan rekom itu awal Desember (2017), soal tanggalnya belum tahu. Paling cepat awal Desember ini," kata Wakil Sekjen DPP PPP Achmad Ba idowi, beberapa waktu lalu.
Sudah menjadi konsumsi publik bahwa rekomendasi partai berlogo Ka'bah sudah mengerucut pada dua nama berbeda yang memiliki peluang besar mendapatkan rekomendasi partai, yakni Badrut Tamam ataupun KH Khalilullarahman. Keduanya merupakan kader dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Kedua kader PKB tersebut, digadang-gadang bakal disandingkan dengan beberapa kader partai untuk mendampingi sebagai bakal calon wakil bupati. Mayoritas di antara mereka merupakan kader muda partai yang mengusung jargon 'Rumah Umat Islam'.
Pada kader muda yang direncanakan bersanding dengan para figur kandidat bupati, di antaranya Achmad Baidowi, Ali Masykur (Bendahara DPC PPP Pamekasan), Fathorrahman dan Muhsin Salim (anggota DPRD Pamekasan) hingga nama KH Mondhir Kholil (Ketua DPC PPP Pamekasan).
Namun ironisnya, justru tidak satupun nama figur yang mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati melalui konvensi PPP muncul ke permukaan. Sekalipun di ant ara mereka terdapat kader sendiri yang notabene sempat duduk di posisi strategis partai, yakni Wazirul Jihad.
Memang rekomendasi partai kali ini 'cukup lama' dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, bahkan PPP juga sempat diklaim sebagai salah satu partai penentu pilkada di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. Sebab para figur harus berjuang keras mendapatkan rekomendasi partai yang dipimpin Romahurmuzy.
Khusus di Pamekasan, PPP merupakan parpol pemenang pemilu. Hal itu dibuktikan dengan sembilan kader yang duduk sebagai wakil rakyat di Gedung DPRD Pamekasan, terbanyak dibandingkan kader daripartai lain.
Jadi bukanlah hal tabu jika PPP menjadi incaran para kandidat, selain memiliki kursi terbanyak di legislatif. PPP juga dinilai sebagai salah parpol yang memiliki basis massa yang besar, ditambah dengan dukungan para kiai kharismatik di tubuh partai.
Lamanya rekomendasi PPP disinyalir akibat 'kader senior' enggan kembali berkompetisi pada moment um pesta demokrasi lima tahunan tingkat kabupaten, semisal Halil (Wabup Pamekasan) dan Halili (Ketua DPRD Pamekasan). Keduanya enggan dicalonkan dengan alasan berbeda.
Terlebih kedua figur yang 'ngebet' mendapatkan rekom partai berasal dari parpol yang sama (Badrut Tamam dan KH Kholilurrahman), notabene memiliki basis masa yang sama. Sebab keduanya sama-sama memiliki basis massa di kalangan Nahdliyin (warga Nahdlatul Ulama).
Bahkan kedua figur bakal calon bupati tersebut, sama-sama memiliki rasa optimisme tinggi mendapatkan rekomendasi dari PPP. Apalagi kedua figur tersebut juga ramai disandingkan dengan kader muda PPP, sehingga muncul berbagai persepsi dari masyarakat luas.
Saat ini, baru Badrut Tamam yang sudah mengantongi rekomendasi dari partai, yakni PKB. Sementara figur lainnya masih belum satupun mendapatkan rekomendasi partai, termasuk KH Kholilurrahman yang juga sama-sama berasal dari PKB. Ditambah dengan gagalnya pasangan melalui jalur independen yang dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU Pamekasan.
Memasuki pekan pertama Desember 2017, tentu sangat menarik menanti hasil rekomendasi dari PPP bagi kedua bakal calon bupati Pamekasan. Terlebih hasil rekomendasi PPP juga akan kembali merubah pola dan dinamika politik di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam. [pin/kun]

Sumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Pamekasan

Tidak ada komentar