Tembok Kuno di Semarang Roboh Timpa Rumah Warga, 1 Orang ... - Warta 24 Maluku Utara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Tembok Kuno di Semarang Roboh Timpa Rumah Warga, 1 Orang ...

Tembok Kuno di Semarang Roboh Timpa Rumah Warga, 1 Orang ...

Sabtu 02 Desember 2017, 11:43 WIB Tembok Kuno di Semarang Roboh Timpa Rumah Warga, 1 Orang Tewas Angling Adhitya Purbaya - detikNews Tembok kuno…

Tembok Kuno di Semarang Roboh Timpa Rumah Warga, 1 Orang ...

Sabtu 02 Desember 2017, 11:43 WIB Tembok Kuno di Semarang Roboh Timpa Rumah Warga, 1 Orang Tewas Angling Adhitya Purbaya - detikNews Tembok Kuno di Semarang Roboh Timpa Rumah Warga, 1 Orang TewasTembok kuno roboh menimpa rumah warga. (Foto: Angling AP/detikcom) Semarang - Tembok bangunan peninggalan zaman Belanda di Kota Lama Semarang roboh menimpa 3 buah rumah semi permanen. Satu orang tewas akibat tertimpa reruntuhan.
Persitiwa terjadi hari Sabtu (2/12) pagi, sekitar pukul 04.30 WIB, di Jalan Sleko RT 06 RW 11, Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara, Kota Sematrang. Tembok yang roboh merupakan tembok menara syahba ndar yang dulunya digunakan untuk mengawasi kapal dagang.
Tembok tersebut menimpa 3 rumah semi permanen, 1 rumah rata dengan tanah. Korban, Suparti (60) saat kejadian berada di dalam rumah dan tidak sempat menyelamatkan diri.
"Saya waktu kejadian sedang di luar rumah, langsung dengar 'brug' begitu. Yang di dalam meninggal di tempat," kata salah satu warga, Rasman, yang tinggal di depan rumah korban, Sabtu (2/12/2017).
Tembok Kuno di Semarang Roboh Timpa Rumah Warga, 1 Orang TewasSeorang warga tewas tertimpa tembok robih tersebut (Foto: Angling AP/detikcom)
Rasman mengatakan sebenarnya korban sudah diperingatkan agar meninggalkan rumah karena sejak beberapa waktu lalu sudah ada serpihan-serpihan tembok yang mulai rontok dan memang ada tulisan peringatan.
"Sebenar nya sudah diperingatkan. Yang lainnya sudah keluar dari rumah," tandasnya.
Tembok Kuno di Semarang Roboh Timpa Rumah Warga, 1 Orang TewasTembok tersebut adalah bekas menara syahbandar zaman Belanda. (Foto: Angling AP/detikcom)

Kapolsek Semarang Utara, Kompol Andis Arfan Tofani, mengatakan penanganan sudah dilakukan dan di sekitar tempat kejadian perkara sudah dipasangi garis pengaman. Keluarga korban juga sudah menerima musibah itu dan akan langsung memakamkan jenazah korban.
"Keluarga korban menerima sebagai musibah dan menolak untuk dibawa ke rumah sakit," kata Andis.
(alg/mbr)Sumber: Google News | Warta 24 Semarang

Tidak ada komentar