Respons Binamarga Kota Sukabumi Soal Jalan yang Mirip Kolam - Warta 24 Maluku Utara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Respons Binamarga Kota Sukabumi Soal Jalan yang Mirip Kolam

Respons Binamarga Kota Sukabumi Soal Jalan yang Mirip Kolam

Selasa 28 November 2017, 13:37 WIB Respons Binamarga Kota Sukabumi Soal Jalan yang Mirip Kolam Syahdan Alamsyah - detikNews jalan Bak Kolam di Sukab…

Respons Binamarga Kota Sukabumi Soal Jalan yang Mirip Kolam

Selasa 28 November 2017, 13:37 WIB Respons Binamarga Kota Sukabumi Soal Jalan yang Mirip Kolam Syahdan Alamsyah - detikNews Respons Binamarga Kota Sukabumi Soal Jalan yang Mirip Kolamjalan Bak Kolam di Sukabumi/Foto: Syahdan Alamsyah Sukabumi - Bidang Binamarga pada Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Jawa Barat merespons keluhan terkait jalan perkotaan yang mengalami kerusakan hingga berlubang mirip kolam di wilayahnya. Menurut mereka perbaikan akan dilakukan namun melihat pada skala prioritas.
Dikatakan Kepala Bidang Binamarga, Suhendar Syarif pihaknya telah mengagendakan perbaikan titik yang dikeluhkan masyarakat pad a tahun 2018 mendatang. Selain penanganan darurat betonisasi jalan juga akan dilakukan.
Baca Juga: Warga Sukabumi Keluhkan Jalanan Perkotaan Mirip Kolam
"Harus diketahui oleh masyarakat, fokus kami itu ada tiga. Pertama pusat kota seperti perbaikan trotoar dan sarana penunjang estetika perkotaan kemudian daerah perbatasan dengan kabupaten dan terakhir komplek pasar. Nah terkait jalan berlubang di komplek pasar yang dikeluhkan masyarakat itu sudah masuk agenda perbaikan kami tahun depan," terang Suhendar, ditemui di kantornya, Jalan Karamat, Kota Sukabumi, Selasa (28/11/2017).
Dijelaskan Seuhendar, untuk wilayah pasar kerusakan jelas sering terjadi karena minimnya kesadaran warga pasar dalam membuang sampah yang akibatnya berimbas kepada macetnya saluran pembuangan.
"Ada beberapa faktor seringnya jalan di area pasar kerap mengalami kerusakan, got yang tersumbat air meluber ke jalan dan bakteri dari sampah. Jangan salah daun-daun begitu bisa merusak aspa lan loh," lanjut Suhendar.
Pada 2018 mendatang yang menjadi skala prioritas Binamarga adalah pasar Julius Usman dibarengi dengan tindakan normalisasi saluran stasiun timur. Suhendar menyebut ada dua pilihan perbaikan bila menggunakan aspal biaya pembangunan murah bamun pemeliharaan mahal dan bila menggunakan beton sebaliknya.
"Aspal bangun murah pelihara mahal, beton bangun mahal pemeliharaan murah. Kita pilih beton, karena target kita semua jalan di wilayah Kota Sukabumi sudah harus beton," ucapnya.
"Untuk di Pasar Gudang yang katanya mirip kolam pastinya kita lakukan normalisasi, penambalan dan tekhnis lainnya. Namun yang pasti skala prioritas kami di pasar Julius Usman yang memang kondisinya sangat parah," tutupnya.
Seperti diberitakan warga Kota Sukabumi Jawa Barat mengeluhkan jalan di perkotaan yang mirip kolam. Keluhan ini wajar muncul karena banyak genangan air akibat lubang jalan di sejumlah titik terutama di area-area pasar.
Pen gataman detikcom 'kolam' pertama berada di sekitar Pasar Gudang, Tipar Gede yang menjadi penghubung Jalan Palabuhan II. Terdapat lubang jalan yang menghabiskan nyaris seluruh badan jalan. Sebelum musim penghujan warga tidak mempersoalkan kondisi itu namun ketika musim penghujan datang, lubang itu berubah menjadi genangan air yang cukup dalam.
(avi/avi)
Berita Terkait

Tower SUTET Roboh, Jaringan Listrik Sukabumi Terganggu

Anak Sukabumi yang Dikurung 8 Tahun Pernah Alami Kekerasan

Tergerus Arus Sungai, Jalan Penghubung Dua Kecamatan di Cianjur Ambles

Anak Sukabumi Ini Dikurung di Kamar Sempit Selama 8 Tahun

Warga Sukabumi Keluhkan Jalanan Perkotaan Mirip Kolam

10 Petani Korban Hoax Berujung Pembakaran Kantor PT SNN Disidang

Keluar Penjara, Terpidana Penyerobotan Lahan Disambut Ratusan Petani

Asyiknya Ikut Aksi Beri Makan Komunitas Sukabumi Cat Lover

Baca Juga detikInet Mengatur Cluster Wilayah dan Jadwal Refarming 2,1 GHz Kolom Telematika

Mengatur Cluster Wilayah dan Jadwal Refarming 2,1 GHz

Wolipop Peduli Kucing, Komunitas Ini Bagi-Bagi Makanan Gratis 20detik

Peduli Kucing, Komunitas Ini Bagi-Bagi Makanan Gratis

detikFinance JK ke Wakil PM China: Jangan Terlalu Banyak Bawa Pekerja ke RI

JK ke Wakil PM China: Jangan Terlalu Banyak Bawa Pekerja ke RI

detikFinance Pembangunan Tol Bocimi Terhambat 6,3 Ha Lahan yang Belum Bebas

Pembangunan Tol Bocimi Terhambat 6,3 Ha Lahan yang Belum Bebas

detikFinance Ini Progres Proyek Tol 240 Km yang Ditarget Rampung Sebulan

Ini Progres Proyek Tol 240 Km yang Ditarget Rampung Sebulan

detikFinance Bocoran Upah Minimum se-Jawa Barat: Karawang Paling Tinggi Rp 3,9 Juta

Bocoran Upah Minimum se-Jawa Barat: Karawang Paling Tinggi Rp 3,9 Juta

Begini Penampakan Progres Tol Bocimi yang Sempat Mangkrak Foto Bisnis

Begini Penampakan Progres Tol Bocimi yang Sempat Mangkrak

News Feed Jika Dok   ter Kasus Novanto Langgar Etik, IDI Siap Beri Sanksi

Jika Dokter Kasus Novanto Langgar Etik, IDI Siap Beri Sanksi

Selasa 28 November 2017, 13:58 WIB Ulang Sukses RK-Oded, PKS-Gerindra Kawin Lagi di Pilwalkot Bandung

Ulang Sukses RK-Oded, PKS-Gerindra Kawin Lagi di Pilwalkot Bandung

Selasa 28 November 2017, 13:56 WIB Perusakan Pangkalan Ojek di Jatinangor Dipicu Info Hoax

Perusakan Pangkalan Ojek di Jatinangor Dipicu Info Hoax

Selasa 28 November 2017, 13:55 WIB Hujan Sejak Pagi Tanpa Henti, Kota Solo Siaga Banjir

Hujan Sejak Pagi Tanpa Henti, Kota Solo Siaga Banjir

Selasa 28 November 2017, 13:54 WIB Pura-pura Jual Tokek di Ciputat, Novian Dibekuk Tim Vipers

Pura-pura Jual Tokek di Ciputat, Novian Dibekuk Tim Vipers

Selasa 28 November 2017, 13:53 WIB By retailAds detikcom Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com Back To TopSumber: Google News | Warta 24 Kabupateni Sukabumi

Tidak ada komentar