Belasan Tahun Tak Direnovasi, Wisma Pelajar Takalar di ... - Warta 24 Maluku Utara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Belasan Tahun Tak Direnovasi, Wisma Pelajar Takalar di ...

Belasan Tahun Tak Direnovasi, Wisma Pelajar Takalar di ...

Belasan Tahun Tak Direnovasi, Wisma Pelajar Takalar di Yogyakarta Butuh Perhatian������������������������������������������������������������������������������������������…

Belasan Tahun Tak Direnovasi, Wisma Pelajar Takalar di ...

Belasan Tahun Tak Direnovasi, Wisma Pelajar Takalar di Yogyakarta Butuh Perhatian Profile picture for user syariat Submitted by Syariat Tella on 3 December 2017 0:24 am
Kondisi bangunan wisma pelajar dan mahasiswa di Takalar yan g butuh perhatian (IST)

KABAR.NEWS, Yogyakarta - Wisma pelajar dan Mahasiswa Takalar yang beralamat di Maguwo No. 07 RT. 02 RW. 45, Kelurahan Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, saat ini butuh perhatian khusus pemda Takalar. Nampak sejumlah sudut bangunan Wisma mengalami kerusakan parah.

Diketahui, Wisma Panrannuangku didirikan pada tahun 2007 silam oleh mantan Bupati Takalar Ibrahim Rewa. Selama sepuluh tahun berdiri, silih berganti pelajar/mahasiswa yang menuntut ilmu di Kota Gudeg datang mengisi Wisma. Namun, selama itu pula bangunan tersebut tidak pernah mendapat perhatian dari pihak pemerintah daerah untuk direnovasi.

“Saat kondisi besi beton sudah kelihatan mau roboh. Dikhawatirkan ketika gempa terjadi bangunan akan roboh dan bisa mencelakakan penghuninya“ ungkap Kurniawan, salah seorang penghuni asrama saat dihubungi KABAR.NEWS via telephone, Sabtu (2/12/2017).


Parahnya kata Kurniawan, kondisi bangunan sudah sangat memprihatinkan, di mana saat musim hujan tiba, air sudah meresap masuk ke dalam inti beton hingga kerapkali menyebabkan korsleting pada aliran listrik. Sementara kondisi atap genteng yang bocor membuat plafon di sejumlah kamarnya sudah mau roboh.

Selain itu, sejumlah perlengkapan asrama diantaranya kursi, meja, tempat tidur, peralatan dapur juga sudak tidak layak pakai. Hal ini membuat sejumlah penghuni khawatir jika tidak diperbaiki, kondisi tersebut membuat bangunan semakin mengalami kerusakan parah dan tidak bisa lagi ditinggali.

Kurniawan menambahkan, karena kondisi tersebut biaya operasional asrama menjadi membengkak. Pasalnya, anggaran operasional yang diberikan hanya 1 juta yang didapatkan per tiga bulan sekali. Sementara yang dialami di lapangan mahasiswa harus menanggung 1,5 juta.

“Biaya operasional perbulan 1 juta, sementara pengeluaran perbulan 1,5 juta sehingga tidak seimbang, ja di selama ini yang menutupi kekurangan itu, penghuni yang terpaksa menanggulangi kekurangannya,” pungkasnya.

Sudah beberapa kali pihak penghuni berupaya mengirimkan proposal untuk perbaikan asrama namun hasilnya nihil. Meski demikian, Kurniawan berharap pemda Takalar mau membuka mata terhadap kondisi yang dialami oleh para pelajar di tanah rantau.

  • Muhammad Fardan
Sumber: Google News | Warta 24 Takalar

Tidak ada komentar