Lihat, Gara-gara Ini Keluarga Gotong Jenazah Mesak Sejauh 36 KM - Warta 24 Maluku Utara
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}
www.uhamka.ac.id/reg

Lihat, Gara-gara Ini Keluarga Gotong Jenazah Mesak Sejauh 36 KM

Lihat, Gara-gara Ini Keluarga Gotong Jenazah Mesak Sejauh 36 KM

Lihat, Gara-gara Ini Keluarga Gotong Jenazah Mesak Sejauh 36 KM Keluarga korban, Frans Aris Paelo, kepada TribunLutra.com, menyebutkan, mereka terpaksa menggotong m…

Lihat, Gara-gara Ini Keluarga Gotong Jenazah Mesak Sejauh 36 KM

Lihat, Gara-gara Ini Keluarga Gotong Jenazah Mesak Sejauh 36 KM

Keluarga korban, Frans Aris Paelo, kepada TribunLutra.com, menyebutkan, mereka terpaksa menggotong mayat karena tidak mampu mencarter pesawat.

Lihat, Gara-gara Ini Keluarga Gotong Jenazah Mesak Sejauh 36 KMTribunLutra.com/Chalik MawardiWarga Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menggotong jenazah saudara mereka, Mesak Wungko

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNNEWS.COM, LUWU UTARA -- Puluhan warga Desa Onondowa, Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selata n, terpaksa bahu membahu menggotong jasad keluarga sejauh 36 kilometer.

Mereka menggotong jenazah Mesak Wungko dari wilayah Bada, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menyusuri hutan belantara yang masih 'perawan' ke Onondowa.

Mesak menderita gagal ginjal dan menghembuskan nafas terakhir di RSUD Sawerigading, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Jumat (1/12/2017).

Baca: Dua Pelajar Mesum di Kamar Mandi Sekolah

Baca: Guru Honorer Cantik Ini Nyambi Jadi Biduan Kampung

Keluarga korban, Frans Aris Paelo, kepada TribunLutra.com, menyebutkan, mereka terpaksa menggotong mayat karena tidak mampu mencarter pesawat.

"Ceritanya begini, pada hari Jumat mayat Mesak ingin kita bawa ke Onondowa menggunakan pesawat. Tapi tarifnya terlalu mahal Rp 50 juta," ujar Frans kepada TribunLutra.com, Minggu (3/12/2017).

Karena tidak mampu membayar sewa carter pesawat perintis, mereka sepakat m embawa mayat Mesak ke wilayah Bada menggunakan ambulans.

"Akses dari Bada ke Onondowa baru berupa jalan setapak yang hanya bisa dilalui motor modifikasi, makanya kami gotong selama sehari," katanya.

Rampi berjarak 86 kilometer dari Masamba, ibu kota Luwu Utara dan merupakan salah satu kecamatam terpencil.

Hanya ada dua akses menuju Rampi dari Masamba.

Menumpangi pesawat perintis dari Bandara Andi Djemma atau menggunakan motor modifikasi menyusuri jalan setapak yang cukup ekstrim.

Akses alternatif yaitu melalui Bada, Sulawesi Tengah.

"Kami memilih ke Bada supaya lebih dekat menggotong mayat ke Onondowa, kalau dari Masamba jauh sekali," katanya.(*)

Editor: Hendra Gunawan Sumber: Tribun Timur Ikuti kami di Dijutekin Cewek Matre di Bandung saat Kenalan, Pria Ini Kemba li Naik Mobil Mewah, Lihat yang Terjadi Sumber: Google News | Warta 24 Poso

Tidak ada komentar